Telur dari setiap jenis hewan memiliki bentuk, warna, ukuran dan coraknya masing-masing. Telur burung tinamous berwarna unik. Warnanya yang hijau mengkilat dapat menarik tinamous betina lainnya untuk menjaga telur secara bersama-sama. Warna yang terbentuk pada cangkang telur berasal dari pigmen yang muncul saat pembentukan cangkang. Faktor genetik juga mempengaruhi warna dari cangkang telur.
Telur burung cukup keras, hal ini betujuan untuk menopang beban induknya yang mengerami. Namun tidak semua telur bercangkang keras. Banyak reptil seperti corn snake memiliki telur yang lunak dan lembut. Telur reptil memiliki lapisan anti air sehingga tidak kering dan dapat diletakkan di tempat yang kering. Telur katak tidak bercangkang, teksturya basah untuk mencegah agar tidak mengering. Telur ini akan dilepaskan induk katak ke dalam air. Telur burung biasanya ditempatkan di atas lapisan pelindung. Hal ini bertujuan untuk menjaga kehangatan telur agar lekas menetas. European cave spider menghasilkan ratusan telur dalam kantung sutera yang menggantung di tengah gua, titik yang akan memandu anak-anaknya untuk keluar.
Telur buaya nile ketika dihasilkan tidak memiliki jenis kelamin. Kehangatan embrio menentukan jenis kelaminnya. Telur akan menjadi betina pada suhu 31oC dan menjadi jantan pada suhu yang lebih hangat. Hal yang sama juga terjadi pada kura-kura. Hangatnya telur menentukan jenis kelamin dari telur.
“Telur burung unta yang pernah tercatat sebagai rekor dunia adalah seberat 2,6kg. Satu butir telur burung unta bisa setara dengan 24 butir telur ayam”
Sebagian spesies burung dan reptil mengubur telurnya di tanah atau
daun-daun yang membusuk untuk memperoleh panas seiring berangsungnya
pembusukan. Pada gurita, setelah mengeluarkan telurnya, induk gurita akan
menutupi telur-telur itu untuk melindunginya. Beberapa jenis katak
meletakkan telurnya di kolam atau aliran air, lainnya harus menempuh hingga
5km untuk mencapai tempat tersebut. Kumbang akan meletakkan telurnya di
bola-bola kotoran yang ia buat. Setelah anaknya menetas, larva akan memakan
kotoran tersebut. Woodpecker akan membuat lubang dengan paruhnya di batang
pohon yang telah mati. Lubang ini akan digunakan oleh betina untuk
meletakkan telurnya.
Insekta merupakan hewan penghasil telur terbanyak. Australian ghost moth dapat membawa 29000 telur Ketika terbang lalu telurnya ditebarkan begitu saja, karena mereka tidak merawat anak-anaknya ketika menetas. Hewan air dapat menghasilkan ratusan hingga ribuan bahkan jutaan telur. Hal ini bertujuan agar beberapa dari telur-telur itu dapat bertahan. Kura-kura dapat menghasilkan 100 butir telur dalam sekali bertelur. Sedangkan kepiting velvet dapat menghasilkan hingga 180.000 telur. Telur-telur ini dilepaskan di air dan akan melayang mengikuti arus. Adapula telur yang disimpan dalam sarang atau bahkan di dalam tubuh induknya.
![]() |
| picture by Klaus Stiefel from Flickr.com |
Ikan horn shark menghasilkan telur dalam kantong berbentuk spiral. Bentuk kantong ini akan memudahkan induk untuk menyelipkan telur ke celah-celah agar anaknya tetap aman. Burung murre menghasilkan telur runcing dan panjang, sehingga telur tidak akan mudah berguling dari sarang yang berada tepi tebing.


0 comments:
Post a Comment