Belakangan ini di tempat tinggalku sering turun hujan. Udara cepat menjadi dingin dan aku lebih senang di kamar saja. Seperti siang ini, langit mendadak gelap dan hujan deras mengguyur rumahku. Di antara derai hujan sayup-sayup aku mendengar suara katak dari arah kolam di samping kamarku. Bunyi katak menguak itu konon katanya adalah nyanyian untuk memanggil hujan. Ups tapi bukan itu sebabnya…
Kebanyakan katak berkomunikasi dengan suaranya. Katak akan membesarkan
kantung vokal untuk memperkuat suaranya. Saat bersuara, kantung vokal akan
mengembang dan terisi udara. Kantung vokal katak berjumlah satu hingga dua
buah dan terletak di bawah dagu. Suara katak dapat berubah menjadi tinggi
maupun rendah, bergantung pada situasi. Suhu dapat memperlambat notasi
panggilan suara dan mempengaruhi frekuensi atau tinggi nadanya. Katak
southwestern (Bufo microscaphus) akan mengurangi bersuara di musim
hujan seiring dengan kebisingan suara hujan.
![]() |
| Vocal sac pada katak (Image by einszweifrei from Pixabay) |
Suara katak dapat menarik pasangan maupun pemangsa. Semakin kompleks
suaranya, semakin menarik betina. Katak-katak jantan dapat bersuara secara
bersamaan membentuk seperti paduan suara. Hal ini dapat menurunkan potensi
diserang oleh pemangsa, akan tetapi persaingan antar katak jantan semakin
tinggi. Katak pohon jantan mengisi udara dengan suara dan nyanyian utuk
mendominasi diantara katak jantan lainnya dan bersaing menarik betina.
Katak jantan dengan nyanyian terkuat dipilih karena diasumsikan mereka
paling sehat.
“Suara katak Great Plains sangat keras sehingga dapat terdengar sejauh 1km.”
Katak dapat bersuara dari berbagai tempat, di tanah, pohon, bahkan air. Terkadang untuk menghindari pemangsa, katak bersuara sambil bersembunyi atau bersuara di dalam air. Meskipun Sebagian besar katak menghasilkan suara, beberapa katak tidak mengeluarkan suara. Beberapa juga tidak memiliki kantung vokal, namun menggunakan tulang hyoid untuk menghasilkan suara gemeretak. Katak betina juga paling banyak diam, berudu juga tidak menghasilkan suara.

0 comments:
Post a Comment